Ketika kita membeli rumah/bangunan melalui lelang, tak jarang rumah/bangunan itu masih ditempati oleh peng­huni lamanya, dan tidak mau pergi secara sukarela. Sa­tu-satunya cara adalah mengeksekusi melalui Pengadilan Negeri dengan mengajukan permohonan eksekusi riil/pen­gosongan ke Ketua Pengadilan Negeri.

Tapi, apakah bisa pemenang lelang mengeksekusi sendi­ri rumah/bangunan itu tanpa melalui pengadilan?

Jawabannya adalah TIDAK, karena tindakan tersebut dapat disebut sebagai perbuatan melawan hukum, bahkan bisa sampai ke ranah pidana.

Seperti yang dapat kita lihat pada Putusan Mahkamah Agung No. 2192K/Pdt/2013, meskipun benar Tergugat IV adalah pemenang lelang, akan tetapi yang bersangkutan tidak bisa semaunya masuk dan menguasai objek lelang.

Tindakan “eksekusi” secara melawan hukum oleh pe­menang lelang dapat berpotensi diajukannya gugatan atau dilaporkan oleh penghuni lamanya. Hal ini tentu akan merugikan pemenang lelang.

Follow Media Sosial Kami

Untuk mendapat update terkait konten hukum terbaru kami